Penjualan alat berat  Komatsu milik PT United Tractors Tbk (UNTR) terus naik jelang akhir tahun 2020. Entitas Grup PT Astra International Tbk (ASII) ini mencatatkan volume penjualan alat berat Komatsu per Oktober 2020 sebanyak 154 unit. Penjualan ini naik tipis 3,89% dari realisasi penjualan per September 2020 yakni 148 unit.

Secara rinci, penjualan pada bulan Oktober didominasi oleh sektor konstruksi, yakni sebanyak 47% dari total penjualan atau sekitar 72 unit. Disusul  penjualan ke sektor tambang sebanyak 24% atau 37 unit, penjualan ke sektor kehutanan sebanyak 18% atau 28 unit, dan penjualan ke sektor agro (kebun) sebesar 11% atau 17 unit.

Mengutip laporan bulanan di laman resminya, Selasa (24/11), tren kenaikan penjualan alat berat sudah dimulai sejak Juni 2020 alias sejak lima bulan terakhir. Pada Juni 2020, perusahaan berhasil menjual 76 alat berat atau naik 26%, dimana pada bulan Mei 2020 penjualan alat berat Komatsu hanya mencapai 60 unit yang merupakan  penjualan terendah sepanjang tahun 2020.

Tren kenaikan penjualan alat berat kemudian berlanjut di periode Juli (85 unit), Agustus (105 unit), dan September (148 unit). Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis mengatakan, kenaikan penjualan alat berat yang terjadi adalah karena mulai ada proyek yang berjalan kembali setelah relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Jadi, ini adalah penjualan yang tertunda,” ujar Sara saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (25/11).

Jika diakumulasikan, total penjualan alat berat Komatsu hingga akhir Oktober 2020 berada di angka 1.345 unit. Realisasi ini memang masih kontraksi 50,8% dari penjualan di periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 2.734 unit. Di sisi lain, konstituen Indeks Kompas100 ini menargetkan dapat menjual 1.300-  1.400 unit Komatsu hingga tutup tahun 2020.

Ini berarti, UNTR telah memenuhi 96,07% target penjualan maksimal yang dipasang tahun ini. Meski demikian, Sara menegaskan tidak ada target baru yang dipasang UNTR hingga akhir 2020. Adapun pangsa pasar atau market share Komatsu mencapai  30% per Oktober 2020 secara nasional.

Sara melanjutkan, menjelang akhir tahun biasanya penjualan alat berat akan cenderung menurun. Penurunan ini disebabkan karena kondisi cuaca dan hari kerja yang lebih pendek di akhir tahun.

(Sumber : https://industri.kontan.co.id/)

Open chat
Halo, ada yang bisa saya bantu?
Visit Us On InstagramVisit Us On Facebook