Tender untuk memperebutkan saham pengendali Doosan Infracore Co. menarik pemain-pemain terkenal termasuk Hyundai Heavy Industries Group dan perusahaan-perusahaan ekuitas swasta papan atas, meningkatkan peluang bagi induk Grup Doosan untuk mendapatkan harga yang pantas bagi unit usahanya itu.

Grup perusahaan pembuat kapal asal Korea Selatan, Hyundai Heavy Industries, telah mengajukan penawaran untuk mengakuisisi unit usaha peralatan konstruksi Doosan Heavy Industries & Construction, Doosan Infracore, dalam kesepakatan yang bernilai sekitar lebih dari $800 juta.

Menurut Korea Biz Wire (29/9), Hyundai Heavy Industries Holdings membentuk sebuah konsorsium dengan Korea Development Bank Investment, sebuah unit dari Korea Development Bank yang dikelola negara. Credit Suisse, manajer utama penjualan saham Doosan Infracore, telah mengundang penawaran awal untuk 36 persen saham Doosan Infracore. Perusahaan ini diketahui memproduksi mesi-mesin milik Doosan sendiri dan dari merek Bobcat yang diakuisisi pada 2007 — yang mulai beredar pada Juni tahun ini.

Yang akan dijual adalah 36,27 persen saham Doosan Infracore yang dimiliki oleh Doosan Heavy Industries & Construction Co. Tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut 51,05 persen saham perusahaan itu di Doosan Bobcat, pembuat peralatan konstruksi yang berbasis di AS.

Jika berhasil mengakui Doosan Infracore, pangsa pasar global Hyundai Heavy di segmen peralatan konstruksi akan meningkat menjadi 4,5% – melampaui Hitachi di urutan ketujuh. Meskipun perusahaan ini masih tertinggal jauh di belakang Caterpillar sebesar 16,2% atau Komatsu 11,5%, ia dapat memperkuat posisinya melawan pesaing-pesaing China yang tumbuh cepat seperti XCMG dan SANY Heavy Industry. Sementara itu, Doosan Heavy mencatat kerugian bersih selama enam tahun berturut-turut pada tahun 2019. Untuk memulihkan kondisi tersebut, perusahaan ini telah melakukan spin off operasi-operasi non-inti.

Selain Hyundai Heavy, perusahaan lain yang berminat mengajukan penawaran untuk mengambil alih saham pengendali Doosan Infracore adalah perusahaan ekuitas swasta yang berbasis di Korea Selatan, MBK Partners & Glenwood Private Equity. Tetapi para pengamat pasar yakin Hyundai Heavy lebih berpeluang memenangkan penawaran itu, karena perusahaan ini adalah bagian dari industri yang sama.

Seperti diketahui, salah satu operasi inti Hyundai Heavy adalah peralatan konstruksi, di samping bisnis pembuatan kapal dan fasilitas-fasilitas industri. Dengan mengakuisisi Doosan Infracore, korporasi ini berhatap dapat mempercepat ekspansi luar negeri, terutama di pasar seperti Cina, India, dan Asia Tenggara yang permintaan alatnya kuat.

Jika Hyundai Construction Equipment digabungkan dengan Doosan Infracore, entitas yang digabungkan itu dapat melompat ke posisi kelima atau keenam di pasar peralatan konstruksi global. Saat ini, pasar alat berat global didominasi oleh Caterpillar dari AS dan Komatsu dari Jepang, dengan masing-masing 12,6 persen dan 11,9 persen. Menyusul keduanya adalah John Deere, Hitachi Construction Machinery, dan Volvo Construction Equipment dengan pangsa pasar masing-masing berkisar sekitar 5,5 persen.

Hyundai Construction Equipment saat ini berada di peringkat 20 dengan pangsa 1,5 persen sementara Doosan Infracore berada di peringkat kesembilan dengan pangsa 3,7 persen. Hyundai Construction Equipment dapat dengan mudah melompat ke 10 besar jika membawa Doosan Infracore di bawah sayapnya. Langkah itu juga akan dapat memperluas kehadiran internasionalnya, terutama di Cina di mana Doosan Infracore menduduki posisi tertinggi di antara produsen-produsen asing di negeri panda itu. (Sumber: Korea Biz Wire & Nikkei Asia)

Open chat
Halo, ada yang bisa saya bantu?
Visit Us On InstagramVisit Us On Facebook