PT Intraco Penta Tbk (INTA) membuka opsi untuk memperkuat portfolio bisnis pembangkit listrik pasca beroperasinya PLTU Bengkulu berkapasitas 2X100 MW pada 27 Juli 2020.

Direktur Utama INTA Petrus Halim bilang rencana ekspansi baru mungkin dilakukan jika nantinya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan tambahan kapasitas listrik.

Adapun, penambahan kapasitas ini juga hanya dimungkinkan dilakukan pada lokasi eksisting pembangkit yang telah dimiliki, merujuk regulasi yang ada.

“Lokasi sudah siap, pengalaman dan pendanaan siap namun semua hanya tunggu permintaan PLN untuk area tersebut apa butuh tambahan listrik,” kata Petrus dalam Public Expose yang digelar virtual, beberapa waktu lalu.

Petrus melanjutkan, hingga saat ini pihaknya juga masih memantau peluang lain termasuk masuk ke pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT).

Menurutnya, saat ini PLN tengah mengalami kondisi over supply namun ada kebutuhan untuk mengejar target bauran EBT sebesar 23% pada 2025 mendatang.

“Pulau yang tidak terkoneksi dengan jaringan PLN harus andalkan surya, hidro dan panas bumi. Kita lihat, kita pantau dan perhatikan selalu, jika ada peluang tentu akan kita kaji,” jelas Petrus.

Dengan beroperasi secara komersilnya PLTU Bengkulu maka saat ini INTA Group tercatat memiliki portfolio bisnis pembangkit dengan total kapasitas 310 MW. Sebelumnya, INTA telah memiliki PLTU di Batam dengan kapasitas 2X55 MW.(Sumber : https://newssetup.kontan.co.id/)

Open chat
Halo, ada yang bisa saya bantu?
Visit Us On InstagramVisit Us On Facebook