Kemitraan The Ocean Cleanup dan Konecranes akan memungkinkan lembaga nirlaba menangani 1000 sungai paling berpolusi di dunia.

The Ocean Cleanup – lembaga nirlaba asal Belanda yang mengembangkan teknologi-teknologi canggih untuk membersihkan laut dari plastik – dan Konecranes – pemain peralatan angkat terkemuka dunia, Lifting Businesses™ – mengumumkan MHE-Demag menjadi mitra yang terpilih untuk mendesain, memproduksi dan mengoperasikan Interceptor dari The Ocean Cleanup untuk memungut sampah-sampah plastik dari sungai-sungai sebelum masuk ke laut. Kerja sama ini merupakan langkah penting karena organisasi nirlaba ini bersiap untuk menangani 1000 sungai paling berpolusi di dunia.

Menggunakan Interceptor (alat pencegat) dalam skala besar diperlukan untuk mengatasi problem  mendesak pencemaran plastik di laut dengan cepat. The Ocean Cleanup bermitra dengan MHE-Demag, sebuah perusahaan dari Konecranes, karena keahlian dan jejak globalnya. Yang akan digunakan adalah seri-seri Interceptor 005 dan 006 yang saat ini sedang diproduksi secara simultan pada fasilitas MHE-Demag di Klang, Malaysia dan diharapkan rampung pada Mei 2021.

Ke depan, MHE-Demag akan menangani manufaktur, instalasi dan pemeliharaan peralatan-peralatan Interceptor itu; mitra-mitra lokal akan mengawasi operasi, dan The Ocean Cleanup akan terus bertindak sebagai penyedia teknologi dan praktik terbaik serta memimpin pengembangan bisnis untuk proyek-proyek Interceptor yang akan datang.

“Pada akhir tahun yang sangat menantang ini, saya senang melihat dimulainya produksi seri-seri Interceptor ini. Ini adalah langkah penting bagi kami untuk mengatasi aliran global polusi plastik ke lautan dalam skala besar. Saya yakin Konecranes sangat cocok untuk pekerjaan itu dan saya berharap melihat mereka membuat lebih banyak Interceptor pada tahun-tahun mendatang. Saya berterima kasih atas komitmen mereka untuk membersihkan lautan,” komentar pendiri dan CEO The Ocean Cleanup, Boyan Slat, mengenai  kemitraan baru ini dalam rilis yang diterima Equipment Indonesia, Kamis (10/12/2020).

Karl Tilkorn, Senior Vice President, Industrial Cranes & Product untuk kawasan Asia Pasifik, menyambut baik kerja sama ini. “Berkantor pusat di Singapura selama 48 tahun MHE-Demag telah membangun brand kami melalui kemampuan teknik yang luar biasa dengan orang-orang terbaik di industri ini. Kemampuan kami untuk merancang dan membuat solusi-solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan telah memenangkan banyak proyek penting di wilayah ini, dan kami sedang melayani proyek-proyek tersebut hingga hari ini. Kami bangga bekerja sama dengan The Ocean Cleanup dalam desain dan pembuatan Interceptor, untuk membantu tujuan yang baik dalam mengatasi polusi sungai di seluruh dunia,” ungkapnya.

Konecranes terkenal dengan teknologi dan layanan terdepan di pasar dalam penanganan material dan alat-alat untuk mengangkat. Keahlian teknik dan desainnya, dengan dukungan jaringan layanan globalnya, akan memungkinkan perusahaan ini untuk merakit dan memasang alat-alat Interceptor di seluruh dunia. Melalui jejak global ini, terutama dibantu oleh desain dan kekuatan manufaktur MHE-Demag, Konecranes dapat memperbaiki dan memelihara alat-alat Interceptor sepanjang usia pakainya.

Interceptor dari The Ocean Cleanup diluncurkan pada akhir 2019 dan saat ini ada tiga yang ditempatkan di Klang (Malaysia); Jakarta (Indonesia); dan Santo Domingo (Republik Dominika). Interceptor keempat, di Vietnam, telah ditunda penggunaannya dan diharapkan akan diluncurkan pada awal 2021.

Selama satu setengah tahun terakhir, The Ocean Cleanup telah memanfaatkan wawasan-wawasan dari sistem percontohan ini untuk memahami dan mengembangkan lebih lanjut teknologi ini untuk produksi massal yang lebih efisien.

Perubahan-perubahan yang dimaksudkan meliputi perubahan pada konveyor, sekoci, tempat penampungan dan tongkang. Bekerja sama dengan MHE-Demag, perubahan-perubahan ini telah dimasukkan ke dalam desain generasi ke-3, yang merupakan cetak biru untuk alat-alat Interceptor yang diproduksi pada tahun 2020 dan 2021.

Ada dua pendekatan yang digunakan The Ocean Cleanup dalam mengembangkan teknologi-teknologi untuk membersihkan laut dari dari polusi plastic, yaitu membendung masuknya banyak sampah plastik melalui sungai-sungai dan membersihkan kotoran-kotoran yang sudah terkumpul di laut. Untuk yang terakhir ini, The Ocean Cleanup sedang mengembangkan sistem skala besar untuk secara efisien mengumpulkan plastik untuk pembuangan secara berkala. Kemudian sampah-sampah plastik ini akan digunakan untuk membuat produk-produk yang tahan lama dan mendanai kegiatan pembersihan yang berkelanjutan, yang membuat upaya pembersihan itu sendiri bersifat sirkular alias berlangsung terus.

Didirikan pada 2013 oleh Boyan Slat, The Ocean Cleanup sekarang mempekerjakan sekitar 95 insinyur dan peneliti. Yayasan tersebut berkantor pusat di Rotterdam, Belanda.  (Sumber : https://www.equipmentindonesia.com)

Open chat
Halo, ada yang bisa saya bantu?
Visit Us On InstagramVisit Us On Facebook